Kamis, 21 Mei 2009
Amanat Agung
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya, disebut "Amanat Agung". Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Setiap orang yang melaksanakan Amanat Agung maka Tuhan berjanji akan menyertainya sampai akhir zaman. Sesaat sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Tuhan Yesus memberi pesan, Kisah, 1:4-11 "Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang --- demikian kata-Nya --- "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Maka bertanyalah mereka yang berkumpul disitu: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga." Pada saat Yesus terangkat ke Sorga meninggalkan mereka, saat itu disaksikan lebih dari 500 orang (I Korintus 15:5-6). Kisah, 1:12-14 "Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabbat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Mereka menantikan janji Bapa (Lukas 24:49). Setiap orang yang mau melakukan Amanat Agung, ia harus diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
Amanat Agung
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya, disebut "Amanat Agung". Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Setiap orang yang melaksanakan Amanat Agung maka Tuhan berjanji akan menyertainya sampai akhir zaman.
Amanat Agung
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya, disebut "Amanat Agung". Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Setiap orang yang melaksanakan Amanat Agung maka Tuhan berjanji akan menyertainya sampai akhir zaman.
Amanat Agung
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya, disebut "Amanat Agung". Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Setiap orang yang melaksanakan Amanat Agung maka Tuhan berjanji akan menyertainya sampai akhir zaman.
Selasa, 12 Mei 2009
Berhentilah Mengeluh dan Jalani Kehidupan
Berhentilah Mengeluh dan Jalani Kehidupan
Jika Anda tidak dapat merasakan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian atau kemakmuran padahal Anda tahu bahwa Anda dapat memperolehnya, berhentilah menyalahkan orangtua, kondisi ekonomi, pemimpin Anda atau Tuhan dan ambillah tanggungjawab penuh atas situasi Anda…
Ini akan menjadi langkah pertama menuju cara baru dalam melihat hidup Anda dan titik awal dari cara hidup yang lebih baik…
“Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari lingkungan yang mereka inginkan, dan jika mereka tidak mendapatkannya, mereka menciptakannya…”
(George Bernard Shaw)
Buatlah pilihan yang lebih bijaksana tentang berbagai pemikiran yang akan Anda izinkan memasuki pikiran Anda, serta perilaku yang akan Anda tampilkan di dalam hari-hari Anda dan cara Anda menghabiskan waktu Anda…
Berhentilah mengeluh dan mulailah menjalani kehidupan…
Kita bukanlan pikiran kita. Sebaliknya, kita adalah pemikir dari pikiran kita…
Anda adalah pencipta pikiran yang mengalir di dalam kepala Anda dan, berdasarkan kenyataan ini, Anda dapat mengubah pikiran Anda jika Anda memilih untuk melakukannya…
Karena Anda bukan pikiran Anda, Anda juga bukan suasana hati Anda. Anda adalah pencipta suasana hati yang Anda alami, suasana hati yang dapat Anda ubah segera. Jika Anda memilih untuk melakukannya, Anda dapat merasakan kedamaian pada saat stres, kebahagiaan pada saat sedih, dan bersemangat pada saat lelah…
Jika pikiran dan suasana hati dapat Anda kendalikan, akan sangat mudah bagi Anda untuk bahagia menjalani hidup ini… “Jika Anda dapat mengisi menit yang tak termaafkan dengan sesuatu yang berguna selama 60 detik, dunia dan segala isinya berada di tangan Anda” (Rudyard Kipling)
Gbu_All
Semangat…
Jika Anda tidak dapat merasakan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian atau kemakmuran padahal Anda tahu bahwa Anda dapat memperolehnya, berhentilah menyalahkan orangtua, kondisi ekonomi, pemimpin Anda atau Tuhan dan ambillah tanggungjawab penuh atas situasi Anda…
Ini akan menjadi langkah pertama menuju cara baru dalam melihat hidup Anda dan titik awal dari cara hidup yang lebih baik…
“Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari lingkungan yang mereka inginkan, dan jika mereka tidak mendapatkannya, mereka menciptakannya…”
(George Bernard Shaw)
Buatlah pilihan yang lebih bijaksana tentang berbagai pemikiran yang akan Anda izinkan memasuki pikiran Anda, serta perilaku yang akan Anda tampilkan di dalam hari-hari Anda dan cara Anda menghabiskan waktu Anda…
Berhentilah mengeluh dan mulailah menjalani kehidupan…
Kita bukanlan pikiran kita. Sebaliknya, kita adalah pemikir dari pikiran kita…
Anda adalah pencipta pikiran yang mengalir di dalam kepala Anda dan, berdasarkan kenyataan ini, Anda dapat mengubah pikiran Anda jika Anda memilih untuk melakukannya…
Karena Anda bukan pikiran Anda, Anda juga bukan suasana hati Anda. Anda adalah pencipta suasana hati yang Anda alami, suasana hati yang dapat Anda ubah segera. Jika Anda memilih untuk melakukannya, Anda dapat merasakan kedamaian pada saat stres, kebahagiaan pada saat sedih, dan bersemangat pada saat lelah…
Jika pikiran dan suasana hati dapat Anda kendalikan, akan sangat mudah bagi Anda untuk bahagia menjalani hidup ini… “Jika Anda dapat mengisi menit yang tak termaafkan dengan sesuatu yang berguna selama 60 detik, dunia dan segala isinya berada di tangan Anda” (Rudyard Kipling)
Gbu_All
Semangat…
Langganan:
Postingan (Atom)