Minggu, 07 Desember 2008

LENTERA KEHIDUPAN :

"Apakah Saudara mencintai kehidupan? Jangan hamburkan waktu, karena dari bahan itulah kehidupan dibuat". (ucapan Benyamin Franklin 1706 - 1790) diatas, sungguh menarik dan menggelitik. Tak percaya? Mari kita kutak katik mencari pesan apa yang tersembunyi di balik itu. Andaikan setiap pagi rekening bank kita menerima transfer dana sebesar AS $ 86.400. Jumlah tersebut harus dihabiskan hari itu juga, karena malam harinya bank akan menghapus sisa dana yang tak terpakai. Apa yang akan kita perbuat dengan uang tersebut? Hidup kita sesungguhnya bak sebuah rekening bank waktu. Setiap pagi kita diberi modal 86.400 detik. Malam harinya, sisa waktu yang tak terpakai akan dihapus. Begitu seterusnya. Tak ada sisa saldo hari ini bisa dikumpulkan sebagai tabungan besok pagi. Setiap hari, kita harus bisa menginvestasikan modal yang diberikan guna memperoleh manfaat sebaik-baiknya dalam hidup, menyangkut KESEHATAN, KEBAHAGIAAN dan KESUKSESAN. Kita bisa bertanya kepada seorang pelajar yang belajar di kelas, untuk menyadari betapa berharganya SATU TAHUN. Kita bisa bertanya kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur, untuk menyadari betapa berharganya waktu SATU BULAN. Kita bisa bertanya kepada editor majalah mingguan, untuk menyadari berharganya waktu SATU MINGGU. Untuk menyadari nilai SATU JAM, kita bisa bertanya pada sepasang kekasih yang sedang menunggu janji bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, bisa bertanya pada seseorang yang ketinggalan kereta api. Untuk menyadari nilai SATU DETIK, bisa bertanya pada orang yang baru terhindar dari tabrakan mobil. Hargailah setiap detik yang kita miliki. Terlebih karena kita menggunakannya bersama-sama dengan ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI DAN KASIHI dalam menjalani hidup ini. Ingatlah! Hari kemarin merupakan sejarah. Hari besok masih misteri, dan hari ini adalah hadiah dari Tuhan! Oleh sebab itu marilah berdoa, seperti doa sang Pemazmur : Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi. Amin.

Tidak ada komentar: